HALOBERAU, KUTIM – Pendataan menyeluruh terhadap anak-anak keluarga pekerja perusahaan kini menjadi langkah utama Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dalam memastikan semua anak usia sekolah terpantau.
Pemerintah menilai selama ini masih banyak anak yang tidak tercatat karena perusahaan tidak memiliki sistem pencatatan keluarga pekerja yang memadai.
Instruksi tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, yang menegaskan perlunya keterlibatan semua instansi.
Ia meminta Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, dan pemerintah kecamatan turun langsung ke lapangan, termasuk ke kawasan pertambangan dan perkebunan yang berada jauh dari pusat kota.
“Hasil pendataan akan menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam memperluas layanan pendidikan, termasuk kebutuhan pembangunan sekolah baru, penyediaan transportasi pendidikan, serta bantuan perlengkapan belajar,” ujar Ardiansyah, Kamis (20/11/2025).
Upaya pendataan ini juga akan menentukan langkah-langkah besar pemerintah dalam menekan jumlah anak tidak sekolah serta memetakan wilayah yang membutuhkan intervensi khusus.
Ardiansyah menyebut bahwa data yang akurat menjadi titik awal keberhasilan seluruh program pendidikan.
Pada bagian terpisah, pemerintah daerah juga sedang menyiapkan pembangunan Sekolah Rakyat sebagai fasilitas pendidikan terpadu bagi anak-anak pekerja dan masyarakat rentan.
Program ini diproyeksikan menjadi pusat pembelajaran dasar yang mudah dijangkau oleh keluarga di wilayah dengan akses pendidikan terbatas.
Untuk memperluas dukungan perusahaan, Ardiansyah menekankan bahwa seluruh manajemen perusahaan harus menyediakan data keluarga pekerja secara lengkap dan benar.
Pemerintah menegaskan pendataan bukan hanya proses administratif, tetapi fondasi masa depan generasi Kutai Timur.
“Kita ingin data yang benar-benar pasti, berapa anak usia sekolah, siapa yang sudah sekolah, dan siapa yang belum. Ini langkah awal yang tidak boleh salah,” tegasnya.
Dengan pendataan terpadu ini, pemerintah menargetkan seluruh anak dari keluarga pekerja masuk dalam sistem pendidikan tanpa ada yang terlewat.(ADV)
